Mana yang lebih produktif antara WFH, WFO, WFA ?

November 3, 2020

Seringkali perusahaan dihadapkan dengan kondisi sulit untuk menentukan bagaimana menjaga produktivitas dan kinerja dari para karyawan di masa pandemik ini. Kita ketahui muncul berbagai istilah dan konsep untuk menjawab tantangan dalam bekerja sekarang ini. Berbagai metode yang dapat dilakukan dan kini hampir menjadi tren di setiap perkantoran ada beberapa di antaranya yang mencoba untuk menerapkan konsep bekerja dari #dirumahaja atau bekerja dari rumah tapi ada juga yang seperti biasa hanya menerapkan protokol kesehatan dan karyawan tetap bekerja di kantor. 

Istilah-istilah ini mencuat setelah pemerintah memutuskan untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di beberapa daerah yang tujuannya adalah untuk memutus mata rantai dalam penyebaran pandemi Virus Corona. Apakah kita tahu bahwa sebenarnya ada beberapa konsep yang sudah dicanangkan dan diterapkan oleh beberapa perusahaan baik luar negeri maupun di Indonesia diantaranya adalah WFA, WFH, dan WFO. Familiar dengan istilah ini ? apa kamu tahu definisi dan deskripsi dari ketiga konsep tersebut? Lalu mana ya yang lebih produktif antara kerja di rumah atau bekerja di kantor atau bahkan bekerja dari mana saja. Mari kita bahas lebih lanjut: 

WFO (Work From Office)

Business photo created by rawpixel.com – www.freepik.com

Untuk sebagian orang dan masyarakat pada umumnya pasti menerapkan konsep yang satu ini. jauh sebelum masa pandemik para karyawan atau pekerja pasti datang ke kantor untuk absen, melaksanakan tugas, dan pulang setelahnya. WFO atau Work From Office adalah bekerja dan melakukan pekerjaan dari kantor seperti biasa dan melakukan absensi langsung ketika masuk ke dalam kantor. Ini sering digunakan terutama ketika sebelum masa psbb atau beberapa juga kembali menerapkan ketika peraturan sudah mulai dilonggarkan.Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan juga memperhatikan kebutuhan dan urgensinya. Bekerja dengan menerapkan konsep ini tetap dipilih untuk industri yang menekankan output secara direct dan juga dalam upaya menjaga quality time, engagement karyawan dengan bertemu tatap muka satu sama lain. Lebih rinci lagi berikut beberapa ciri yang bisa kita lihat dalam penerapan WFO atau (Work From Office):

Bekerja di kantor mewajibkan para karyawan ke kantor tepat waktu. Jika rumah tidak terlalu dekat dengan kantor, perjalanan mungkin bisa menghabiskan rata-rata waktu 1 hingga 2 jam. Dalam keseharian kita bisa menghabiskan waktu untuk perjalanan ke kantor sekitar 2-3 jam.

Saat bekerja di kantor, kita harus menyesuaikan standar 8 jam bekerja yang tentunya juga berbeda dari tiap-tiap perusahaan sendiri. Rata – rata kantor menetapkan masuk antara pukul 08.00 sampai 17.00. Disaat itu, kita dituntut dapat memberikan kemampuan dan produktivitas semaksimal mungkin, walaupun terkadang ada juga beberapa hal yang bisa saja tidak berjalan dengan maksimal. Untuk itu kita selama WFO (Work From Office) tetap produktif dengan tetap bekerja selama 8 jam di kantor.

Ketika sedang bekerja di kantor mengharuskan kita untuk menggunakan pakaian yang layak pakai, seperti kemeja, atau pakaian formal hingga smart casual. Biasanya setiap kantor juga sudah menetapkan standar berpakaian bagi setiap karyawannya.

WFH (Work From Home)

Girl photo created by tirachardz – www.freepik.com

Berbicara soal ruang bekerja terkadang kita dihadapkan dengan situasi yang membuat kita tidak bisa melakukan interaksi secara langsung dikarenakan hal-hal tertentu seperti force majeure, bencana alam, wabah dan hal yang diluar kendali manusia. Sesuai dengan namanya sendiri WFH atau Work From Home adalah salah satu jalan keluar atas masalah ini. KOnsepnya adalah bekerja dan melakukan pekerjaan dari rumah, melakukan absensi dengan cara masing-masing melapor kepada HRD atau atasan (user) dan tidak perlu hadir secara fisik masuk bekerja ke kantor. WFH ini biasa dilaksanakan dan mulai marak semenjak masa pandemik berlangsung, untuk Indonesia sendiri Work From Home kurun digunakan pada bulan Februari 2020 hingga sekarang. Beberapa perusahaan melakukan hal ini karena untuk mematuhi protokol kesehatan dan peraturan pemerintah di situasi pandemik.

Jika dibandingkan dengan waktu bekerja dari kantor atau WFO (Work From Office), bekerja dari rumah memiliki berbagai manfaat yaitu salah satunya memiliki keluasan waktu, quality time lebih bersama keluarga, dan pekerjaan yang bisa digarap untuk bekerja hanya dari rumah dengan tetap produktif. Hal terpenting yang selalu harus dikedepankan adalah dari segi kuantitas pekerjaan yang dihasilkan. Kemajuan teknologi telah memberikan kita juga berbagai kemudahan, terutama untuk para pekerja pada saat darurat dan yang tidak terkendali sekalipun. Dengan menggunakan alat bantu (sistem) para pekerja atau karyawan bisa dengan mudah tetap berkomunikasi, dan pengolahan data untuk human management tetap bisa dilaksanakan secara baik pada skala yang sangat luas. Semua terbantu dengan berbagai tools yang dapat mendukung pekerjaannya. Beberapa ciri yang bisa kita lihat dari konsep WFH atau (Work From Home) adalah sebagai berikut:

Ketika bekerja dari rumah, kita tidak perlu lagi melakukan perjalanan ke kantor. Dimana hal tersebut membuat kita tidak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan karena kemacetan. Waktu yang biasa terbuang karena jarak atau perjalanan ke kantor dapat dialokasikan untuk hal-hal lain seperti quality time dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Berbeda dengan bekerja secara WFO (Work From Office), ketika WFH (Work From Home) kita memerlukan disiplin diri dan motivasi untuk memulai pekerjaan. Apalagi ketika kita tahu kita tidak perlu berada di kantor secara fisik tepat pada jam 8 pagi. Karena alasan ini, beberapa mungkin mendapati rasa malas, dan mulai mengabaikan rutinitas kerja yang akibatnya gagal menyelesaikan tugas secara tepat waktu.

Berbeda dengan kebiasaan atau standar pakaian saat bekerja di kantor. Saat WFH tidak ada aturan khusus untuk berpakaian, bahkan kita bisa bekerja dengan mengenakan t-shirt, baju polos, atau bahkan menggunakan piyama sepanjang hari.

WFA (Work From Anywhere)

Coffee photo created by nakaridore – www.freepik.com

Terakhir adalah konsep WFA atau Work From Anywhere yaitu bekerja dan melaksanakan pekerjaan dari mana saja, maksudnya tidak hanya dari rumah tapi juga bisa melaksanakan pekerjaan di tempat-tempat lainnya. Biasanya adaptasi untuk Konsep ini dilakukan dengan cara bekerja di tempat-tempat umum seperti Cafe, Resto, Coffee shop, Taman dan lain-lain. Mari kita ulas ciri spesifik dan perbedaannya:

Saat bekerja dari mana saja, kita juga tidak perlu melakukan perjalanan ke kantor. Melainkan kita bisa menentukan akan bekerja dari mana kita hari ini. Tapi tetap kita masih memerlukan Waktu perjalanan ke tempat tersebut, yang menjadi pertimbangan adalah jangan mengambil tempat dengan jarak yang terlalu jauh, juga perhitungkan waktu untuk menempuh tempat tersebut.

Berbeda dengan bekerja ketika WFH (Work From Home) diperlukannya komitmen kerja dan penetapan prioritas untuk melaksanakan semua pekerjaan. Tentunya dengan tetap memperhatikan absensi sesuai jam masuk. Dan bekerjalah di tempat dimana kita akan merasa lebih bersemangat dan bisa lebih produktif lagi agar dapat menyelesaikan semua tugas dengan tepat waktu.

Berbeda dengan WFO bahkan WFH untuk konsep WFA (Work From Anywhere) kita mungkin bisa berpakaian menggunakan pakaian kasual atau yang biasa digunakan untuk pakaian bepergian, dan tetap memperhatikan kenyamanan. 

Pada saat atau keadaan yang tidak terduga, profesionalitas dan kewajiban sebagai seorang pekerja sangat diuji. Melakukan penerapan berbagai konsep di atas adalah salah satu jalan keluar yang dapat membuat kita untuk tetap dapat berkontribusi bagi perusahaan. Intinya mau melakukan atau menerapkan konsep apapun seperti WFO (Work From Office), WFH (Work From Home) atau WFA (Work From Anywhere). Jangan lupa untuk selalu memperhatikan peraturan perusahaan dan kondisi serta kesehatan lingkungan kita semua. 

Lalu yang terpenting adalah tetap menjaga produktivitas dan selalu berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan sepenuhnya hingga tuntas. Appsensi dapat membantu kamu untuk menjawab tantangan tersebut terutama jika kamu memiliki tim yang bekerja remote dan secara terpencar. Meskipun para pekerja berjauhan atau tersebar, pada aplikasi dari Appsensi dapat tetap mentrack dan monitor produktivitas dari setiap tim kamu meskipun sedang  WFH atau WFA. Jadi tidak perlu ragu lagi untuk memperhatikan kinerja tim terutama kehadiran.
Jika  kamu memerlukan bantuan dan informasi lebih lanjut untuk melaksanakan WFH dan WFO, tentunya dengan didukung mobile application online dengan Appsensi dapat mengklik tautannya di sini.

Artikel Terkait