5 Langkah Cara Menggunakan Fingerprint untuk Absensi di Kantor

Februari 19, 2021

Cara menggunakan fingerprint untuk absensi menjadi hal penting untuk Anda ketahui agar lebih mudah. Kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan karena untuk mengefektifkan kinerja. Selain itu juga data yang terdapat di dalamnya lebih aman karena terdapat sistem khusus.

Cara Menggunakan Fingerprint Untuk Absensi

Mesin absensi sidik jari fingerprint ini memiliki kinerja khusus, untuk itu Anda harus mengetahui bagaimana cara menggunakannya terlebih dahulu. Agar lebih awet, sebaiknya hindarkan dari panas matahari yaitu simpan pada tempat dengan temperatur 0-40 derajat celcius.

  • Instalasi Mesin Fingerprint, kemudian daftarkan sidik jari.
  • Setelah mendaftarkan sidik jari, jangan lupa untuk verifikasi agar tersimpan dalam sistem.
  • Jari yang paling tepat untuk didaftarkan adalah telunjuk atau tengah.
  • Disamping itu jempol dan kelingking tidak disarankan, karena pengenalan sulit dilakukan.
  • Selanjutnya tempelkan jari yang terdaftar ke bagian tengah layar.
  • Usahaan membuat permukaan jari rata, artinya tidak ada penghalang.
  • Jika verifikasi berhasil, maka layar akan menunjukan warna hijau.
  • Prosesnya cukup pesat, yakni sekitar 3 detik.
  • Selain itu mesin akan mengeluarkan suara thank you.
  • Apabila terdapat kesalahan, maka lampu LED berwarna merah.
  • Panduan lengkapnya biasanya akan dijelaskan pada petunjuk menyertai mesin.
5 Langkah Cara Menggunakan Fingerprint untuk Absensi di Kantor
source: hermiston.or.us

Bagaimana Cara Kerja Fingerprint?

Sebaiknya saat proses pendaftaran dan verifikasi gunakan cara kerja yang benar, agar sidik jari bisa terbaca dengan baik. seperti yang dijelaskan di atas mesin ini tidak diizinkan digunakan pada luar ruangan, jika terpaksa Anda bisa menggunakan pelindung. Berikut ulasannya.

  1. Pendaftaran Pengguna (User)

Satu orang pelanggan bisa mendaftarkan setidaknya 10 sidik jari yang berbeda, namun hanya menggunakan nomor ID tunggal. Biasanya perusahaan akan menyarankan untuk mendaftarkan semua sidik jari, yaitu untuk menghindari jika nantinya salah satu bagian tangan harus diamputasi.

Pada umumnya user akan disuruh untuk mendaftarkan jari telunjuk kanan dan kiri sehingga jika lupa maka tetap bisa mengakses absen fingerprint. Saat melakukan proses ini, ada baiknya bersihkan terlebih dahulu anggota tubuh tersebut agar tidak ada benda atau kotoran yang menghalangi.

  1. Verifikasi User

Setelah memasukkan sidik jari, langkah selanjutnya adalah verifikasi dengan cara membandingkan yang sudah di scan dengan hasil di dalam sistem. Bagi pengguna baru, sebelumnya penuhi arahan dari buku pedoman pelanggan. Isinya sendiri didesain agar mudah dipahami pembacanya.

Daftar sidik jari ini untuk memeriksa ID pengguna, jika sudah melewati proses verifikasi sistem kemudian akan menampilkan apakah registrasi selesai atau justru sebaliknya. Hal tersebut akan terlihat dari tampilan LED layar fingerprint recognition terminal sehingga lebih mudah.

  1. Batas Perbandingan

Perbandingan ini bermanfaat untuk mengetahui kemungkinan false rejection dan acceptance. Jika jari-jari rusak, biasanya karena terkena benda tajam maka akan menurunkan tingkat kevalidannya. Hal ini tentu sistem bisa jadi akan melakukan penolakan.

Anda bisa mengadopsi verifikasi mode dengan perbandingan 1:1 atau ID+sidik jari. Tujuannya jika ada kendala nantinya bisa memasukkan nomor masing-masing karyawan sehingga tetap valid dan meminimalisir kendala lain yang bisa timbul nantinya.

  1. ID Pengguna

Saat mendaftar, Anda akan dianjurkan untuk menggunakan ID yang belum digunakan dan calon pengakses akan diberi nomor kosong. Setelah kegiatan Anda selesai pada perusahaan tersebut, maka bisa dihapus untuk kemudian digunakan oleh user lainnya dengan mudah.

ID pengguna ini bermanfaat guna menghubungkan pola sidik jari atau password. Anda bisa memasukkannya melalui keypad atau kartu RF untuk mengenali pola jari Anda. Namun sebelumnya harus melakukan proses konfigurasi terlebih dahulu untuk mendaftarkannya.

  1. Tingkat Kewenangan

Anda bisa menyeting fingerprint menjadi beberapa kewenangan, untuk memudahkan prose nantinya supaya tidak terjadi penyelewengan. Setiap tingkatan tersebut memiliki kewenangan berbeda yang perlu Anda pahami terlebih dahulu.

  • Pengguna (User)

Merupakan orang yang harus memverifikasi identitasnya untuk suatu tujuan misalnya membuka pintu tertentu atau absensi karyawan. Akses ini cukup terbatas sehingga kurang leluasa. Saat ini, sistem tersebut banyak digunakan karena terbukti cukup aman untuk menghindari hacker.

  • Pendaftar (Register)

Yaitu orang yang diberikan hak untuk mendaftar dan menghapus penggunanya. Biasanya ditujukan untuk karyawan atau pengunjung di kantor tersebut yang kemungkinan tidak memiliki masa aktif selamanya. Oleh sebab itu mendapatkan kewenangan sementara.

  • Administrator

Orang yang berada pada tingkatan ini diberikan hak untuk melakukan semua aktivitas operasi. Kecuali memproses pengaturan lanjutan dan mendaftarkan administrator serta super administrator. Tingkatan ini berada di kelas kedua sehingga tidak memiliki kuasa untuk memanipulasi data.

  • Super Administrator

Pengguna yang memiliki akses ke semua fungsi sistem dan memodifikasi semua pengaturan (pengendali). Biasanya aka dipegang petinggi perusahaan atau yang bertanggung jawab mengawasi absensi fingerprint secara keseluruhan. Baik harian, mingguan atau bisa juga bulanan.

Beberapa Kecurangan yang Sering Dilakukan Karyawan

Meski sudah menggunakan perangkat dengan sistem yang canggih, namun tidak menutup kemungkinan adanya kecurangan dari pihak tidak bertanggung jawab. Hal ini biasanya dilakukan saat akan menitip absen kepada teman. Namun disisi lain juga ada kecurangan lain seperti:

  1. Penggunaan Salinan Gambar Sidik Jari

Fitur fingerprint sendiri cukup bervariasi, untuk itu sensor pemindai yang kurang akurat kemungkinan bisa mendeteksi fotokopi sidik jari sehingga masih terbilang kurang aman. Apalagi jika ada orang yang ingin melakukan tindak kejahatan, maka hal ini akan mudah mereka lakukan.

Cara yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan mesin scanner maupun foto. Kemudian hasil gambarnya dibalik serta tingkat kontrasnya dinaikkan supaya mudah dibaca oleh sistem. Selanjutnya akan dicetak menyerupai ukuran jari sebenarnya.

  1. Menggunakan Jari Rekan Kerja

Cara ini merupakan teknik paling mudah karena tidak membutuhkan alat pendukung. Hal ini karena setiap akan mendaftarkan sidik jari maka karyawan memasukkan 2 jarinya dimana salah satunya adalah sebagai cadangan. Sebab setiap jarinya memiliki kekhasan tersendiri.

Saat akan melakukan perekaman, satu jari untuk rekan kerjanya dan lainnya digunakannya sendiri. Jika nantinya terlambat datang, maka bisa memalsukannya. Namun jangan melakukannya, sebab bisa saja Anda diawasi oleh CCTV yang berada di ruang absensi.

Cara menggunakan fingerprint untuk absensi tersebut saat ini dianggap paling efektif, namun jika menggunakan mesin yang kurang valid, maka beresiko bisa diakali dengan beberapa cara. Oleh sebab itu usahakan untuk menerapkan kedisiplinan setiap harinya. Agar tidak khawatir dalam menggunakan fingerprint untuk absensi. Anda bisa menggunakan absensi mobile secara online dengan aplikasi Coba gratis 30 hari disini.

Artikel Terkait